end

Mungkin ini tanda atau bonus dari Tuhan, saat satu persatu berlalu dan skr giliran saya yg harus berlalu dari hidup ini

Pink

selamat pagi dunia, terlalu banyak keluhan yg diterima malam, semoga pagi bisa memberikan penawarnya hari ini
bukan tak ikhlas menjalani ini semua tapi minta toleransi sedikit saja, jgn bersamaan kerapuhan ini ya Allah. jikalau ini sudah jalan yg terbaik buatku, tolong kuatkan aku.

siang itu rindu



Bolehkah aku mengundangmu di perjamuan sepiku siang ini? Untuk mengambil beberapa menit saling menjelaskan kerinduan. , atau mungkin kita cukup duduk saling berhadapan lalu membiarkan mata kita yang berbicara, membicarakan sedikit rindu yang selama ini tak bisa kita selami.
Bukankah sudah terlalu lama kita saling berdiam seperti ini? Lamanya tak bisa lagi terhitung oleh jariku. Padahal aku hanya meminta sedikit dari waktumu, untuk memberiku sepatah kata bahkan jika aku tak harus menyela satu pun dari kata yang tertutur darimu.
semoga surat singkat ini sampai kepadamu

♥Bunda

paz

Cinta itu sederhana, memperhatikan.
Cinta itu sederhana, memaafkan. 
Cinta itu sederhana, melepaskan.
Cinta itu sederhana, mendoakan 

cinta itu sudah cukup sederhana, jangan pernah disalahkan atau menyederhanakannya lagi

 


 


mungkin yang bertahan

Mungkin tak ada ruang di hati yang ingin menyerah, mungkin juga tak ada jeda yang mampu hentikan keteguhan. mungkin... Sehingga aku dan waktu saling menyikut menyalahkan luka.
Tak ada yang kalah, selain waktu tetap berjalan dan aku terus bertahan.
Ah hanya mungkin
Sekali kau, bagiku adalah selamanya…




Rapuh

sampai kapan mata ini akan terus terjaga??
sementara jarum jam dengan cueknya berlalu begitu saja

sayang, hidup ini bukan hanya tentang cinta, ada cita dan pengorbanan yang harus kita tuntaskan, kapan kita akan berdamai? mengusik jam tidurku dan memata pandakan mata indahku...

bantu aku membencimu sebentar saja agar aku bisa mendaki dengan tenang tanpa harus melirik dan memelukmu

___________

ajariku rahasiamu

Aku cuma ingin menjadi salah satu sosok wanita terindah yang pernah menjadi bagian dari hidupmu. Yang rela melepasmu untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.Kuharap suatu saat nanti, Tuhan akan mempertemukan kita lagi, bukan dengan cara yang seperti ini, tapi dengan cara yang lebih indah. Ketika aku telah menemukan sosok lelaki yang memang adalah jodohku dan kaupun begitu

Kau sudah cukup sempurna untukku, bahkan lebih dari kata sempurna. Kau terlalu indah untuk kugapai dalam anganku. bersamamu sudah cukup memenuhi buku catatanku. Sudah cukup aku terus memikirkanmu. 

Sudah cukup aku menyebut namamu disetiap balutan do’aku. SUDAH CUKUP ! 
Aku sudah tak sanggup untuk terus mengingatmu. 
 
____________

Jodoh itu Kamu

Seseorang mungkin boleh berencana, akan tetapi Allah yang menentukan. Allah maha penyayang diantara para penyayang, dimana Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya. Meski terkadang kita sebagai manusia menyesal saat mendapatkan apa yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Namun, pada akhirnya kita tahu bahwa semua ada hikmah-Nya dan inilah jalan terbaik

Masih mengingat nasihat dari sahabat, mencari pasangan tak semudah membalikkan telapak tangan. Dan terkadang saat aku bertanya kepada salah seorang sahabat, dia malah memberikan ekspresi bahwa jodoh itu selalu ada dan untuk saat ini kita memang harus meraih sebuah cita. Jalan hidup masih panjang dan saat ini adalah waktunya kita berjuang terlebih dahulu. Makna berjuang yang dimaksud bukan  merakit bom dan membuat histeris. Namun, berjuang untuk memerangi kebodohan dan melanjutkan hidup untuk masa depan. Meraih mimpi yang belum dijemput.

Dimana jodohku?? Ya, setiap hati manusia yang tersembunyi pasti terbesit pertanyaan sekecil ini. Setiap manusia diciptakan Allah secara berpasang-pasangan. Jodoh itu senantiasa dekat dan tinggal bagaimana kita dapat menjemputnya. Boleh jadi yang kita temui meski sekejap menjadi jodoh kita. Atau, mungkin saja orang yang kita benci menjadi seseorang yang kita cintai.

Hidup itu terlalu singkat untuk tidak berbuat, sehingga kita memang harus berdoa, berusaha, iktiar semoga kita mendapat jodoh yang mampu membuat kita semakin mencintai-Nya

Apa ini terlalu muluk untuk segera move on dari perasaan sedih atau hanya sekedar menghibur hati yang mulai lelah, semoga saja bisa istiqamah. aku ataupun kamu kita sama sama memperbaiki diri, menuntaskan kewajiban yang masih bertebaran dimana-mana.

maafkan hati ini yang selalu menikmati kekhilafan tanpa pernah berkaca dan bersyukur.

Angin

Berdamai dengan keadaan, dengerin lagu melow yang terkadang mengantarkan ke pintu kenangan kemudian hujan tak segan membanjiri sekitarnya bahkan melumpuhkan aktivitas.
Cinta itu ribet, penuh dengan misteri, ibarat tubuh mungkin terkena bom dan seluruh organnya terlempar dan terpisah pisah, organ itu harus disatukan untuk mengidentifikasi siapa pemiliknya, mungkin cinta seperti itu membutuhkan keberanian untuk jatuh dan membangunnya, bahkan butuh dialog sama Tuhan apakah dia Cinta yang pas atau hanya sekedar singgah?

___
apapun itu, semoga kita sama sama bahagia

for you

Jika nanti ada yg berubah dan hilang dari kebiasaan anggaplah waktu yang menyapu segalanya, mungkin yang tersisa hanyalah kenangan dan genangan air mata.
Jangan kau anggap aku membencimu dengan sikapku yang mulai dingin, sedikit bicara dan enggan berbagi, aku hanya tak tahu bagaimana caranya lepas dari pelukanmu dan mencoba meyakinkan hati bahwa ini yang terbaik...

mom

dear bunda,....
aku llagi kangen, pengen cerita, pengen meluk bunda sekarang juga, kalau bunda gak sibuk, hadirlah sebentar saja di mimpiku
ada banyak cerita yang ingin aku bagi, atau mungkin kau sudah tahu lebih dulu apa yang terjadi, 
berkali kali aku mengirim surat lewat do'a dan memeluk bunda lewat mimpi, tapi mungkin kau sedang sibuk menyiapkan pelukan terhangat atau sedang membuatkanku sayap agar aku lebih gampang menghampirimu kapanpun aku butuh

__love you__

!

ambil saja hatiku jika kau butuh, atau ambil yang mana yang kau sukai dari bagian tubuhku, rasanya aku sanga LELAH

.............

lagi gak bisa konsen................ mau nyoret, meyakinkan hati apa ada atau g ada kamu lagi disini, 

dear

Dear....
ajari aku bernafas tanpa perlu mencampur oksigen dengan namamu, beri sedikit space  dan ajari aku untuk berjalan sendirikan
harusnya amnesia itu menyerangku saat ini, saat pelukanmu membuatku tak berdaya, saat rindu membuatku tersiksa
mungkin kamu menikmati kegelisahaanku, mencarimu saat kau tak ada, dan berdiam saat kau ada
aku ingin sesuatu yang pasti

kenangan

sekarang aku seperti kehilangan arah, tak mendengar kabarmu, tak berkomukasi denganmu seakan aku buta melihat matahari yang begitu terik, berharap panas ini bisa singgah sejenak di halaman rumahmu dan mengabarkan bagaimana tersesatnya aku
jika saja waktu seperti layangan mungkin bisa kugunti bagian mana yang tak kusukai, jika saja waktu adalah kenangan mungkin yang tersisa hanya kerinduan.



seandainya

tugas kuliah sama urusan cinta itu jauh banget, sebelum tugas menghampiri cinta lebih dulu datang, sampai tugas berikut dan berikutnya datang dan terselesaikan, si cinta masih saja begini begini, buat hati semakin gersang dan bingung, ga ada yg salah dengan cinta, mungkin hanya aku yang tak mengerti bagaimana seharusnya,
apa yang kau tunggu dari kelabilanku mencintaimu, mungkin aku butuh pembuktian? atau aku masih belum yakin kepadamu? atau apa?? ini pun membuat aku semakin bertanya
cinta selamanya akan begini, terlihat indah jika diperlakukan dan diciptakan indah, tapi akan sangat menyakitkan bila cinta kita abaikan atau tak tahu harus diapakan.
atau kita biarkan saja cinta ini hadir, biarkan dia yang menemukan muaranya, tanpa harus kita yang mengendalikan atau mencipta?
andai rasa ini bisa aku ajak berdialog dan hati ini bisa kulepas mungkin aku akan meninggalkannya sejenak, atau perasaan  ini kuganti dengan memory yang baru agar tahu, apa aku kehilanganmu atau aku sama sekali tak membutuhkanmu

terlalu naif, rasanya hati ini butuh kamu tapi ada saja perasaan takut dan akh... semua seperti mimpi, andai saja kau tahu kalau aku mencintaimu, dan rasa itu masih sama

Rasa

Janganlah kau coba usik diamnya langit di bibir senja… Dan jangan pula kau coba buyarkan angin di kaki lembah… Bila kau tak paham……….

Dengan semua kegetiran dan kepahitan dari madu rayuan sang pecinta
 Biarkan kenangan berdiam di tamarangnya rembulan…. Tak usah kau coba uraikan dengan sang fajar pagi… Bila kau tak mampu untuk merajutnya….

Ketika tangan tak bisa meraba biarkan hati yang menyentuh…. Jangan paksa semu menjadi nyata Jangan ubah rasa menjadi warna Biarkan yang ada tetap ada

___________________________________________________

yang tersisa

biasanya ada pelukan saat salju turun di pelupuk mataku, ada kehangatan yang kudapat, ada rasa lega yang kurasa, sekarang... semua seperti ruang kosong yang menakutkan, salju itu tak bisa kubendung lagi

status

kita masih satu atmosfir, masih seperti biasa, tapi status itu merubah cara kita bertegur sapa.
langit disini sedang hujan, dan langit disana mungkin baru mendung, aku tak menikmati keputusan ini, tolong mengerti, keadaan ini jangan peluk saya terlalu lama, banyak airmata dan pelukan yang tersisa setelah ini

Egois

mungkin aku juga akan bertanya dan menghakimi diriku sendiri, menjadi egois mencari cela disetiap salah yang tak juga kutemukan pada diriku sendiri, membiarkanmu pergi dan meninggalkanku itu tanda tanya besar buatmu
kemarin, aku menitipkan hatiku kepadamu, bukan kau tak sanggup menjaganya, tapi terlalu jahat membiarkan dan menularkan atmosfir dan kotoran kepadamu, cukup aku saja yang merasakannya, melihat orang yg tercinta ikut merasakannya rasanya tak adil, kuputuskan untuk meninggalkanmu, bukan karena rasa ini berkurang atau memudar, tapi terlalu menghormati dan gak mau kamu masuk kedalam garis yang begitu membuatku menderita
bukankah banyak cara yang mampu kita lakukan, mendokanmu dari jauh, sekedar bertanya kabarmu, atau menemanimu belajar, atau mengamatimu dari kejauhan

Rasa

Hatiku sudah menjerit. Mulutku komat-kamit mengeluh dan marah. Mataku belum juga menangkap area kering disekitar wajah.
tak habis pikir keputusan yang kuambil seperti menampar diriku sendiri, tak aku perdulikan lagi rasa, cinta, ketenangan darinya, aku hanya memikirkan egoku, apa yang ada dipikiranku saat ini, andai hati, rasa dan semua yang ada di diri bisa dengan sendirinya meluapkan kata mungkin aku tak merasa sendiri, ada mereka yang bisa menjelaskan kepadamu tanpa mulut atau tangan menjadi beku

first

Kaca jendela kamarku sudah terbuka sejak semalam. Pagi sudah menyapa, namun aku enggan beranjak dari ranjang putihku. Rasanya masih ingin berlama-lama berangan sambil berbaring di sini.  Sungguh tak habis sel-sel otakku menyimpan atom memori ketidakwarasanku.

Powered by Blogger.

Copyright © / Path of Nona Ve's

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger