Mungkin ini tanda atau bonus dari Tuhan, saat satu persatu berlalu dan skr giliran saya yg harus berlalu dari hidup ini
Bolehkah aku mengundangmu di perjamuan sepiku siang ini? Untuk mengambil beberapa menit saling menjelaskan kerinduan.
, atau mungkin kita cukup duduk saling berhadapan lalu membiarkan mata
kita yang berbicara, membicarakan sedikit rindu yang selama ini
tak bisa kita selami.
Bukankah sudah terlalu lama kita saling berdiam seperti ini? Lamanya
tak bisa lagi terhitung oleh jariku. Padahal aku hanya meminta sedikit
dari waktumu, untuk memberiku sepatah kata bahkan jika aku tak harus
menyela satu pun dari kata yang tertutur darimu.
semoga surat singkat ini sampai kepadamu
♥Bunda
Tak ada yang kalah, selain waktu tetap berjalan dan aku terus bertahan.
sampai kapan mata ini akan terus terjaga??
sementara jarum jam dengan cueknya berlalu begitu saja
sayang, hidup ini bukan hanya tentang cinta, ada cita dan pengorbanan yang harus kita tuntaskan, kapan kita akan berdamai? mengusik jam tidurku dan memata pandakan mata indahku...
bantu aku membencimu sebentar saja agar aku bisa mendaki dengan tenang tanpa harus melirik dan memelukmu
___________
Seseorang mungkin boleh
berencana, akan tetapi Allah yang menentukan. Allah maha penyayang diantara
para penyayang, dimana Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya.
Meski terkadang kita sebagai manusia menyesal saat mendapatkan apa yang tidak
sesuai dengan keinginan kita. Namun, pada akhirnya kita tahu bahwa semua ada
hikmah-Nya dan inilah jalan terbaik
Masih
mengingat nasihat dari sahabat, mencari pasangan tak semudah membalikkan
telapak tangan. Dan terkadang saat aku bertanya kepada salah seorang sahabat,
dia malah memberikan ekspresi bahwa jodoh itu selalu ada dan untuk saat ini
kita memang harus meraih sebuah cita. Jalan hidup masih panjang dan saat ini
adalah waktunya kita berjuang terlebih dahulu. Makna berjuang yang dimaksud bukan merakit bom dan membuat histeris. Namun, berjuang
untuk memerangi kebodohan dan melanjutkan hidup untuk masa depan. Meraih mimpi
yang belum dijemput.
Dimana
jodohku?? Ya, setiap hati manusia yang tersembunyi pasti terbesit pertanyaan
sekecil ini. Setiap manusia diciptakan Allah secara berpasang-pasangan. Jodoh
itu senantiasa dekat dan tinggal bagaimana kita dapat menjemputnya. Boleh jadi
yang kita temui meski sekejap menjadi jodoh kita. Atau, mungkin saja orang yang
kita benci menjadi seseorang yang kita cintai.
Hidup
itu terlalu singkat untuk tidak berbuat, sehingga kita memang harus berdoa, berusaha, iktiar semoga kita mendapat
jodoh yang mampu membuat kita semakin mencintai-Nya
Apa ini terlalu muluk untuk segera move on dari perasaan sedih atau hanya sekedar menghibur hati yang mulai lelah, semoga saja bisa istiqamah. aku ataupun kamu kita sama sama memperbaiki diri, menuntaskan kewajiban yang masih bertebaran dimana-mana.
maafkan hati ini yang selalu menikmati kekhilafan tanpa pernah berkaca dan bersyukur.
Berdamai dengan keadaan, dengerin lagu melow yang terkadang mengantarkan ke pintu kenangan kemudian hujan tak segan membanjiri sekitarnya bahkan melumpuhkan aktivitas.
Cinta itu ribet, penuh dengan misteri, ibarat tubuh mungkin terkena bom dan seluruh organnya terlempar dan terpisah pisah, organ itu harus disatukan untuk mengidentifikasi siapa pemiliknya, mungkin cinta seperti itu membutuhkan keberanian untuk jatuh dan membangunnya, bahkan butuh dialog sama Tuhan apakah dia Cinta yang pas atau hanya sekedar singgah?
___
apapun itu, semoga kita sama sama bahagia
Jika nanti ada yg berubah dan hilang dari kebiasaan anggaplah waktu yang menyapu segalanya, mungkin yang tersisa hanyalah kenangan dan genangan air mata.
Jangan kau anggap aku membencimu dengan sikapku yang mulai dingin, sedikit bicara dan enggan berbagi, aku hanya tak tahu bagaimana caranya lepas dari pelukanmu dan mencoba meyakinkan hati bahwa ini yang terbaik...
Dear....
ajari aku bernafas tanpa perlu mencampur oksigen dengan namamu, beri sedikit space dan ajari aku untuk berjalan sendirikan
harusnya amnesia itu menyerangku saat ini, saat pelukanmu membuatku tak berdaya, saat rindu membuatku tersiksa
mungkin kamu menikmati kegelisahaanku, mencarimu saat kau tak ada, dan berdiam saat kau ada
aku ingin sesuatu yang pasti
sekarang aku seperti kehilangan arah, tak mendengar kabarmu, tak berkomukasi denganmu seakan aku buta melihat matahari yang begitu terik, berharap panas ini bisa singgah sejenak di halaman rumahmu dan mengabarkan bagaimana tersesatnya aku
jika saja waktu seperti layangan mungkin bisa kugunti bagian mana yang tak kusukai, jika saja waktu adalah kenangan mungkin yang tersisa hanya kerinduan.
tugas kuliah sama urusan cinta itu jauh banget, sebelum tugas menghampiri cinta lebih dulu datang, sampai tugas berikut dan berikutnya datang dan terselesaikan, si cinta masih saja begini begini, buat hati semakin gersang dan bingung, ga ada yg salah dengan cinta, mungkin hanya aku yang tak mengerti bagaimana seharusnya,
apa yang kau tunggu dari kelabilanku mencintaimu, mungkin aku butuh pembuktian? atau aku masih belum yakin kepadamu? atau apa?? ini pun membuat aku semakin bertanya
cinta selamanya akan begini, terlihat indah jika diperlakukan dan diciptakan indah, tapi akan sangat menyakitkan bila cinta kita abaikan atau tak tahu harus diapakan.
atau kita biarkan saja cinta ini hadir, biarkan dia yang menemukan muaranya, tanpa harus kita yang mengendalikan atau mencipta?
andai rasa ini bisa aku ajak berdialog dan hati ini bisa kulepas mungkin aku akan meninggalkannya sejenak, atau perasaan ini kuganti dengan memory yang baru agar tahu, apa aku kehilanganmu atau aku sama sekali tak membutuhkanmu
terlalu naif, rasanya hati ini butuh kamu tapi ada saja perasaan takut dan akh... semua seperti mimpi, andai saja kau tahu kalau aku mencintaimu, dan rasa itu masih sama
Dengan semua kegetiran dan kepahitan dari madu rayuan sang pecinta
kita masih satu atmosfir, masih seperti biasa, tapi status itu merubah cara kita bertegur sapa.
langit disini sedang hujan, dan langit disana mungkin baru mendung, aku tak menikmati keputusan ini, tolong mengerti, keadaan ini jangan peluk saya terlalu lama, banyak airmata dan pelukan yang tersisa setelah ini
mungkin aku juga akan bertanya dan menghakimi diriku sendiri, menjadi egois mencari cela disetiap salah yang tak juga kutemukan pada diriku sendiri, membiarkanmu pergi dan meninggalkanku itu tanda tanya besar buatmu
kemarin, aku menitipkan hatiku kepadamu, bukan kau tak sanggup menjaganya, tapi terlalu jahat membiarkan dan menularkan atmosfir dan kotoran kepadamu, cukup aku saja yang merasakannya, melihat orang yg tercinta ikut merasakannya rasanya tak adil, kuputuskan untuk meninggalkanmu, bukan karena rasa ini berkurang atau memudar, tapi terlalu menghormati dan gak mau kamu masuk kedalam garis yang begitu membuatku menderita
bukankah banyak cara yang mampu kita lakukan, mendokanmu dari jauh, sekedar bertanya kabarmu, atau menemanimu belajar, atau mengamatimu dari kejauhan
Hatiku sudah menjerit. Mulutku komat-kamit mengeluh dan marah. Mataku
belum juga menangkap area kering disekitar wajah.
tak habis pikir keputusan yang kuambil seperti menampar diriku sendiri, tak aku perdulikan lagi rasa, cinta, ketenangan darinya, aku hanya memikirkan egoku, apa yang ada dipikiranku saat ini, andai hati, rasa dan semua yang ada di diri bisa dengan sendirinya meluapkan kata mungkin aku tak merasa sendiri, ada mereka yang bisa menjelaskan kepadamu tanpa mulut atau tangan menjadi beku