Hatiku sudah menjerit. Mulutku komat-kamit mengeluh dan marah. Mataku
belum juga menangkap area kering disekitar wajah.
tak habis pikir keputusan yang kuambil seperti menampar diriku sendiri, tak aku perdulikan lagi rasa, cinta, ketenangan darinya, aku hanya memikirkan egoku, apa yang ada dipikiranku saat ini, andai hati, rasa dan semua yang ada di diri bisa dengan sendirinya meluapkan kata mungkin aku tak merasa sendiri, ada mereka yang bisa menjelaskan kepadamu tanpa mulut atau tangan menjadi beku
0 comments:
Post a Comment